|
BERITA TERBARU KOBANGDIKAL |
| Tingkatkan Kualitas Pendidikan, TNI AL Gelar Kompetensi Instruktur Militer |
|
Penkobangdikal, Senin (14/6) Peningkatan kualitas pendidikan termasuk tenaga pendidiknya (guru dan dosen) tidak hanya gencar dilakukan dipendidikan sipil saja, di kalangan militerpun tetap bergiat membenahi kualitas instruktur atau tenaga pendidik (Gadik) militer, hal tersebut terlihat dari berbagai kompetensi Gadik yang terus dilakukan. Salah satunya program pelatihan guna meningkatkan kualitas bagi para Gadik TNI AL sekaligus sertifikasi kompetensi Gadik TNI AL tersebut dengan digelarnya pelatihan Program Applied Approach (AA). AA yang dihelat selama 2 pekan dan diikuti 60 perwira berpangkat kapten hingga letnan kolonel tersebut dibuka secara langsung Komandan Kobangdikal Laksda TNI Sumartono di Gedung Krakatau, Kobangdikal, Senin (14/6). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Asisten Personel (Waaspers) KSAL Laksma TNI Bambang Budianto, Komandan Kodikopsla Laksma TNI Totok Permanto, Dekan Fakultas Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA) Drs, I Yoman Sudarka., M.S dan para pejabat teras Kobangdikal lainnya. Menurut Dankobangdikal, program ini merupakan kerjasama antara TNI AL dalam hal ini Kobangdikal dengan Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pemahaman dan keterampilan Gadik TNI AL dalam bidang pengembangan sistem pembelajaran yang pada gilirannya para Gadik dapat melakukan proses pembelajaran secara efektif dan efisien. “Kita mendatanghkan para dosen dari UNESA untuk memberikan pelatihan pada para Instruktur sesuai dengan cara pembelajaran yang tepat,” terang Dakobangdikal. Sebagai konsekuensi dari perkembangan iptek dan seni yang sangat dinasmis, lanjut mantan Danpuspenerbal ini, berdampak pada pergeseran paradigma dalam proses belajar mengajar. Paradigma lama, guru atau instruktur sebagai sentral memiliki kelemahan terutama pda soft skiils dan life skiils. Hal ini cenderung monoton, bersifat monodisiplin, berjalan satu arah dan teknologi tersisah dari pembelajaran. Dengan paradigma baru pembelajaran yang menganggap bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikembangkan bukan sekedar ditransmisikan. Paham ini sangat menghargai pengetahuan awal peserta didik, menganggap peserta didik sebagai orang dewasa sehingga pembelajaran dapat berjalan interaktif dan dua arah. ”Peserta didik diharapkan dapat mengkonstruksikan sendiri pengetahuannya yang dipandu oleh guru/instruktur sebagai fasilitator sehingga terjadi pergeseran fungsi guru/instruktur dari teacher menjadi fasilitator,” harap orang nomor satu Kobangdikal ini. Menurutnya, dewasa ini kompetensi menjadi masalah urgen untuk dilakukan, mengingat peraturan dan perundang-undangan dalam Sisdiknas mewajibkan tenaga pendidik memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik. Kualifikasi akademik para guru pada semua jenis dan jenjang pendidikan diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau Diploma empat. Kompetensi yang dimaksud dalam Sisdiknas meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan professional. Bagi yang telah memenuhi syarat baik kualifikasi maupun kompetensi maka berhak untuk menerima sertifikat.// |
| Situs Terkait |
|---|