Get the latest Flash Player!

Get Adobe Flash player

Selamat Datang di Website Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut

BERITA TERBARU KOBANGDIKAL

Selain Ahli Perang, Kobangdikal Lahirkan Juga Prajurit Ahli Musik
Kobangdikal, Senin (30/1)
 
        Pendidikan militer yang identikan dengan latihan fisik yang keras dan melelahkan di Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) ditujukan untuk melahirkan prajurit ahli perang.
       Namun, ternyata, Kobangdikal juga melahirkan prajurit yang ahli di bidang music,  seperti halnya yang tengah dilaksanakn siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNIAL Angkatan ke-31 kejuruan music yang serius berlatih beraneka macam alat music, Senin (30/1).
 
       Koridor Kelas di Sekolah Tamtama Kejuruan Musik Pusat Pendidikan Bantuan Administrasi (Pusdikbanmin) menjadi salah satu tempat pavorit bagi 15 orang siswa Dikmata Angkatan ke-31 ini untuk mengulang dan melatih kembali pelajaran yang telah diterima dari para instruktur di kelas.
 
        Asep Dwi Kristanto (20), misalnya, pria asal SMA 1 Lamongan ini terlihat duduk santai sambil memegang trompet dan berusaha memainkan nada-nada not balok yang tertulis di atas kertas, walau sesekali terdegar nada-nadanya lepas dan sumbang, namun Ia terus berulang kali memainkan nada tersebut hingga terdengar enak dan nyaman di telinga.
 
        Menurut Asep- sapaan akrab pria yang di SMAN-nya mengambil jurusan IPS ini- pada awalnya mengaku kesulitan untuk mengikuti pendidikan Tamtama Kejuruan Musik, pasalnya ia tidak memiliki dasar music, namun disini Ia dituntut untuk bisa memainkan alat musik.
 
        “Saya bisa main gitar, namun disini kami harus bisa memainkan alat tiup yang sebelumnya belum pernah mencoba, sekaligus harus bisa pula membaca not balok,” akunya sambil terus melihat deretan not balok yang ada di hadapannya.
 
         Hal senada juga diungkapkan Yogi- sapaan akrab teman sekelas Asep, menurutnya penggunaan alat music tiup merupakan pengalaman yang pertama baginya dan sebagian besar teman sekelasnya, namun dengan latihan, kesungguhan dan berusaha untuk menikmati alunan music, dalam jangka tiga bulan mereka sudah bisa memainkan aneka macam alat tiup yang biasa digunakan dalam Satuan Musik di lingkungan TNI.
 
        Kesulitan penggunaan alat musik tiup juga di benarkan oleh instruktur music, Pelda Musik Purnomo. Menurutnya, penguasana alat music tiup seperti terompet, clarinet, trombone, seksopon lebih sulit dibandingkan menguasai alat music lainnya.
 
         “Oleh karena itu mereka diberikan dasar penguasaan terompet terlebih dulu, karna itu yang paling sulit, selain mereka harus bisa membaca not balok, juga harus bisa mengatur nafas dalam meniup alat tiup tersebut,” terangnya.
 
        Menurutnya, dalam jangka tiga bulan, lanjut Purnomo, rata-rata mereka sudah bisa membaca not balok dan memainkan alat tersebut  dalam rangkaian nada lagu-lagu yang biasa dimainkan di Satuan Musik TNI.
 
          Selain alat tiup, lanjutnya lagi, para siswa juga dibekali dengan kemampuan dasar memainkan alat music pukul seperti tenor drum, senar drum, bass drum, belira dan simbal. Hal tersebut dimaksudkan agar setelah lulus dari Dikmata Kejuruan Musik dan ditempatkan di satuan music bisa langsung main dan tinggal pengembangan saja.
 
           Sementara itu Komandan Sekolah Tamtama (Danseta) Pusdikbanmin Mayor Laut (S) Joko Muryadi mengatakan, pendidikan tamtama music ini berlangsung selama 5,5 bulan. Rata-rata tiap tahunnya, Seta Pusdikbanmin meluluskan 15 hingga 25 siswa tamtama kejuruan music.
 
           “Mereka nantinya akan disebar dan mengisi Satuan Musik di satuan-satuan  TNI AL di seluruh Indonesia,” ungkap pamen melati satu di pundak ini.   
 
 

 

 


 

 

 
 

 
 
Copyright @ 2009 by SubditPullahta Ditrena Kobangdikal e-mail_ditrenakobang@gmail.com Fax_0313293321